Jumat, 30 Oktober 2015

REVIEW JURNAL TENTANG POHON KEPUTUSAN (DECISION TREE)

METODE PENELITIAN
POHON KEPUTUSAN (DECISION TREE)

Description: logo_gunadarma.jpg



                                                                         
Disusun oleh :


Nama                  : Guntur Dwi Saputra
Kelas                   : 3ID10
NPM                   : 33413792




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015
1.1      LANDASAN TEORI
              Pohon yang dalam analisis pemecahan masalah pengambilan keputusan adalah pemetaan mengenai alternatif-alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil dari masalah tersebut. Pohon tersebut juga memperlihatkan faktor-faktor kemungkinan/probablitas yang akan mempengaruhi alternatif-alternatif keputusan tersebut, disertai dengan estimasi hasil akhir yang akan didapat bila kita mengambil alternatif keputusan tersebut.
              Pohon keputusan adalah salah satu metode klasifikasi yang paling populer karena mudah untuk diinterpretasi oleh manusia. Pohon keputusan adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki. Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah data menjadi pohon keputusan dan aturan-aturan keputusan. Manfaat utama dari penggunaan pohon keputusan adalah kemampuannya untuk mem-break down proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih simpel sehingga pengambil keputusan akan lebih menginterpretasikan solusi dari permasalahan. Pohon Keputusan juga berguna untuk mengeksplorasi data, menemukan hubungan tersembunyi antara sejumlah calon variabel input dengan sebuah variabel target.
              Pohon keputusan memadukan antara eksplorasi data dan pemodelan, sehingga sangat bagus sebagai langkah awal dalam proses pemodelan bahkan ketika dijadikan sebagai model akhir dari beberapa teknik lain. Sering terjadi tawar menawar antara keakuratan model dengan transparansi model. Dalam beberapa aplikasi, akurasi dari sebuah klasifikasi atau prediksi adalah satu-satunya hal yang ditonjolkan, misalnya sebuah perusahaan direct mail membuat sebuah model yang akurat untuk memprediksi anggota mana yang berpotensi untuk merespon permintaan, tanpa memperhatikan bagaimana atau mengapa model tersebut bekerja.
Kelebihan dari metode pohon keputusan adalah:
• Daerah pengambilan keputusan yang sebelumnya kompleks dan sangat global, dapat diubah menjadi lebih simpel dan spesifik.
• Eliminasi perhitungan-perhitungan yang tidak diperlukan, karena ketika menggunakan metode pohon keputusan maka sample diuji hanya berdasarkan kriteria atau kelas tertentu.
• Fleksibel untuk memilih fitur dari internal node yang berbeda, fitur yang terpilih akan membedakan suatu kriteria dibandingkan kriteria yang lain dalam node yang sama. Kefleksibelan metode pohon keputusan ini meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan jika dibandingkan ketika menggunakan metode penghitungan satu tahap yang lebih konvensional

1.2      REVIEW JURNAL
Jurnal 1
Judul Jurnal
:
Analisis peramalan penjualan dan pen ggunaan metode linear programing dan decision tree  guna mengoptimalkan keuntungan pada PT PRIMAJAYA PANTES GARMENT
Vol & Halaman
:
Vol 14 & 113-119
Tahun
:
2013
Penulis
:
Inti Sariani Jianta Djie
Latar Belakang
:
Permintaan konsumen yang tidak menentu seiring dengan  pergantian fashion yang berubah dengan cepat, hal ini membuat persaingan menjadi makin ketat karena competitor sangat mudah untuk masuk dan bersaing dalam industry. Akibatnya, industry manufaktur makro mengalami penurunan produksi sebesar 16,95% pada triwulan I tahun 2012, sehingga membuat perusahaan yang berkecimpung dalam industry pakaian harus mempersiapkan strategi yang matang, oleh karena itu perusahaan membutuhkan peramalan penjualan yang tepat ditunjang dengan penggunaan metode line programming serta decision tree.
Tujuan
:
Untuk mengetahui metode peramalan yang paling tepat digunakan, untuk nengetahui keuntungan optimal dan untuk mengetahui alternative yang dapat dipilih oleh PT PRIMAJAYA PANTES GARMENT
Metode
:
line programming serta decision tree.
Hasil
:
Berdasarkan perhitungan, nilai harapan B2 lebih besar dari pada B1. Hal ini menunjukkan bahwa keuntungan yang didapat perusahaan lebih besar jika memilih alternative B2, oleh karena itu berdasarkan pohon keputusan alternative yang sebaiknya dipilih oleh perusahaan adalah alternative B2 yaitu meningkatkan kapasitas produksi.
Kesimpulan
:
Berdasarkan hasil analisis bahwa metode yang paling tepat untuk digunakan oleh perusahaan adalah metode regresi liniear dengan nilai MAD dan MSE terkecil. Dengan perhitungan metode linear programing laba maksimal yang didapat sebesar Rp. 157.089.900,00 dengan memproduksi 1065 lembar polo shirt pria, 579 lembar polo shirt wanita, 293 polo shirt anak-anak. Selain  itu tekardapat slack pada bahan baku kain  sebesar 703,6567m2 dan pada jam kerja sebesar 4223,6617 jam.

Jurnal 2
Judul Jurnal
:
Decision tree berbasis algoritma untuk pengambilan keputusan
Vol & Halaman
:
Vol 12 & 157-164
Tahun
:
2013
Penulis
:
Zulfian azmi dan Muhammad dahria
Latar Belakang
:
Data mining merupakan proses yang diulang dan memerlukan interaksi manusia dalam prosesnya untuk menemukan pola atau model baru yang dapat digeneralisasi untuk masa yang akan datang. Data mining berisikan pencarian pola yang diinginkan dalam database besar untuk membantu dalam pengambilan keputusan waktu yang akan datang. Salah satu teknik dari bagian data  mining adalah klasifikasi. Salah satu bagian dari klasifikasi adalah pohon keputusan.
Tujuan
:
Pohon keputusan dapat menghindari munculnya permasalahan dengan menggunakan kriteria yang jumlahnya lebih sedikit pada setiap mode internal tanpa banyak mengurangi kualitas keputusan yang dihasilkan.
Metode
:
Pohon keputusan (decision tree)
Hasil
:

Kesimpulan
:
Pohon keputusan merupakan sistem yang dikembangkan untuk membantu mencari dan membuat keputusan untuk suatu permasalahan dan dengan memperhitungkan berbagai macam faktor yang ada dalam lingkup masalah tersebut. Pohon keputusan juga dapat menganalisa nilai resiko dan nilai suatu informasi yang terdapat dalam suatu alternative pemecahan masalah.

Jurnal 3
Judul Jurnal
:
Penggunaan Pohon Keputusan untuk Klasifikasi Tingkat Kualitas Mahasiwa Berdasarkan Jalur Masuk Kuliah
Vol & Halaman
:
E7-E13
Tahun
:
2014
Penulis
:
Selly artaty zega
Latar Belakang
:
Kualitas mahasiswa menjadi tolak ukur dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Kualitas tersebut dapat dilihat dari IPK, kemampuan untuk menyelesaikan perkuliahan tepat waktu, Surat Peringatan (SP) dan faktor lainnya. Salah satu faktor yang dapat dikaji adalah jalur masuk kuliah yang memberikan informasi proses seleksi calon mahasiswa. Politeknik Negeri Batam memiliki dua jalur masuk kuliah, yaitu melaui Ujian Masuk Politeknik Negeri Batam (UMPB) dan melalui Penelusuran Minat dan Keterampilan (PMDK). Jalur masuk kuliah menjadi sarana yang digunakan untuk menjaring mahasiswa masuk perguruan tinggi. Masingmasing jalur masuk kuliah memiliki kualifikasi yang berbeda. Pohon keputusan atau decision tree merupakan teknik data mining yang digunakan untuk mengeksplorasi data dengan membagi kumpulan data yang besar menjadi himpunan record yang lebih kecil dan memperhatikan variabel tujuannya. Oleh karena itu, dengan menggunakan teknik pohon keputusan terhadap data yang ada, penulis memandang perlu dilakukan suatu analisis untuk memperoleh informasi tentang parameter yang mempengaruhi tingkat kualitas mahasiwa serta tingkat kualitas mahasiswa berdasarkan jalur masuk kuliah di Politeknik Negeri Batam. Hasilnya dapat digunakan sebagai perbaikan terhadap metode jalur masuk kuliah yang selama ini digunakan.
Tujuan
:
Bertujuan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki calon mahasiswa sebelum menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.
Metode
:
Pohon keputusan (decision tree)
Hasil
:
1) Data mahasiswa dengan jalur masuk PMDK memiliki persentase lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas dibandingkan dengan jalur masuk UMPB. Sebaliknya, mahasiswa dengan jalur masuk UMPB memiliki persentase yang lebih lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang tidak berkualitas dibandingkan jalur masuk PMDK. 2) Persentase mahasiswa yang berkualitas dari data yang diperoleh tergolong besar, hal ini dapat dilihat dari persentase mahasiswa tidak berkualitas yang tidak mencapai setengah dari persentase mahasiswa berkualitas.
Kesimpulan
:
1) Proses learning dan classification menghasilkan 2 model decision tree yang memenuhi persyaratan, yaitu iterasi 4 dan 7.
2) Berdasarkan model decision tree iterasi ke 7, PMDK memiliki persentase yang lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas yaitu sebesar 90%, sedangkan melalui UMPB sebesar 78,96%. Hal ini sesuai dengan hasil angket bahwa 7 dari 13 responden memilih lajur masuk PMDK yang menghasilkan mahasiswa berkualitas.
3) Berdasarkan model decision tree iterasi ke 4, PMDK memiliki persentase yang lebih kecil dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas yaitu sebesar 57,89%, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Yogyakarta, 21 Juni 2014 E-13 ISSN: 1907 - 5022 sedangkan melalui UMPB sebesar 80,77%. Hal ini bertolak belakang dengan hasil klasifikasi menggunakan rule iterasi 7.
4) Jalur masuk kuliah memiliki pengaruh dalam mengklasifikasikan tingkat kualitas mahasiswa, namun hanya untuk penggunaan rule iterasi 7.
5) Berdasarkan decision tree iterasi 4 dan 7 terlihat bahwa jalur masuk PMDK memiliki presentasi yang lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas yaitu 90% pada iterasi 7 dibandingkan dengan UMPB pada iterasi 4 sebesar 80,77%. A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar