TUGAS SOFTSKILL
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Kelompok : 3 (Tiga)
Kelas : 3ID10
Nama Kelompok : 1. Aldi Puja Pratama
2. Agung Abdul Latief
3. Giyant Prasetya
4. Guntur Dwi Saputra
5. Joerike Joeliana A.
6. Taufiq Firmansyah
SUMBER DAYA ALAM
(SDA)
1.
Landasan
a. Filsafah
Masyarakat indonesia
dalam kenyataanya lebih akrab dengan lingkungan alamnya dari pada dengan
lingkungan teknologi. Keadaan alam masih lebih menentukan untuk sebagian besar
masyarakat indonesia daripada upaya teknologi. Perkembangan teknologi yang
mengelola sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi
kesejahteraan rakyat, dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan
kelestariannya, sehingga akan tetap bermanfaat bagi generasi-generasi mendatang.
Penggunaan teknologi dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam haruslah seksama
dan tepat sehingga mutu dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup
dapat dipertahankan, untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.
Terhadap sumber daya alam
yang sudah terlanjur rusak atau memang buruk karena kondisi alamnya perlu
diadakan rehabilitasi. Daerah aliran sungai sebagai suatu kesatuan perlu
dipertahankan bahkan ditingkatkan, demikian pula daerah pantai, wilayah laut,
dan kawasan udara.
b.
Konsep
Sumber daya alam ialah
suatu sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya tanah, air,
dan perairan, biotis, udara dan ruang, mineral, tentang alam (landscape), panas bumi dan gas bumi,
angin, pasang surut/arus laut.
Untuk kepentingan pembangunan
ekonomi sumber alam digolongkan berdasarkan potensi penggunaannya, misalnya
sumber alam penghasil energi : air, matahari, arus laut, gas bumi, minyak bumi,
batu bara, angin dan biotis/tumbuhan. Sumber alam penghasil bahan baku yang
terdiri dari mineral, gas bumi, biotis, perairan, tanah, dan sebagainya. Sumber
alam lingkungan hidup terdiri dari udara dan ruang, perairan, landscape, dan sebagainya.
c.
Permasalahan
Sumber daya alam yang ada merupakan unsur dari lingkungan hidup
yang mendukung kehidupan di muka bumi dan tanah air indonesia. Jumlah sumber
daya alam yang terbatas merupakan suatu kendala pembangunan nasional. Hal ini
perlu lebih mendapat perhatian karena sumber daya alam yang ada, terutama
tanah, hutan, perairan, dan ruang sudah berada dalam keadaan kritis.
2. Kebijakan
Garis-garis besar
haluan negara dengan jelas menyebutkan bahwa sumber daya alam merupakan salah
satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar sumber daya alam harus
dimanfaatkan sepenuhnya, tetapi dengan cara yang tidak merusak. Bahkan harus
dipilih cara yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut
makin besar manfaatnya untuk pembangunan yang akan datang. Sejak repelita I
sampai sekarang usaha pengelolaan sumber daya alam dilaksanakan dengan
prioritas:
a.
Perlindungan dan pengembangan flora dan fauna yang
hampir punah
b.
Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbaharui
dengan menjamin kelestariannya.
c.
Perlindungan atas plasmanutfah di hutan dan diluar
kawasan konservasi
d.
Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui harus dilaksanakan secara bijaksana tanpa menimbulkan pencemaran
lingkungan
e.
Usaha agar kebijaksanaan diterapkan secara terpadu dan
saling menunjang
f.
Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan
segi-segi pembangunan daerah sehingga dapat saling mendorong pertumbuhan dan
pengembangan daerah.
3. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA)
Pengelolaan
suatu daerah selalu didasarkan kepada pemanfaatan suatu sumber daya alam. Makin
banyak suatu daerah mempunyai sumber daya alam dan makin efisien pemanfaatan
sumber daya alam tersebut, makin baik keadaan kehidupan ekonomi dalam jangka
panjang. Berdasarkan kemampuannya untuk memperbaharui diri sesudah mengalami
suatu gangguan, maka sumber daya alam dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a.
sumber alam yang dapat diperbaharui, dan
b.
sumber alam yang tidak dapat diperbaharui.
Sumber-sumber alam yang tidak dapat diperbaharui seperti mineral, minyak bumi,
gas bumi, dan lain-lain. Suatu sumber alam dapat dipergunakan untuk berbagai
keperluan, sehingga pemilihan peruntukannya menjadi sangat penting, agar
pemilihan peruntukan tersebut dilaksanakan atas dasar
c.
efisiensi dan efektivitas pengunaan yang optimal dalam
batas-batas kelestarian, tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber alam
lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem, dan
d.
memberikan kemungkinan untuk mempunyai pilihan
penggunaan di masa depan, sehingga perombakan ekosistem tidak dilakukan secara
drastis.
Pemeliharaan
dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan
cara yang rasional antara lain sebagai berikut:
a.
Memanfaatkan
sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien,
misalnya: air, tanah, dan udara.
b.
Menggunakan bahan
pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
c.
Mengembangkan
metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
d.
Melaksanakan etika
lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.
Dalam pemanfaatan sumber alam perlu kita perhatikan empat
lingkungan yang saling berkaitan erat sekali, yaitu lingkungan perlindungan
matang, lingkungan produksi yang bertumbuh, lingkungan serba guna, dan
lingkungan pemukiman dan industri. Keseimbangan antara keempat lingkungan
pembangunan tersebut sangat diperlukan bagi pembangunan ekonomi yang lestari,
oleh karena keseimbangan tersebut berdasarkan atas perkembangan ekosistem dan
sumber alam yang menjadi landasan pembangunan.
4. Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam (SDA)
Kegiatan pembangunan
membawa berbagai tingkat perubahan terhadap ekosistem, tetapi selalu diatur
oleh pembatasan ekologis yang bekerja dalam suatu ekosistem alami itu.
Faktor-faktor pembatas ekologis ini perlu diperhitungkan agar pembangunan
membawa hasil yang lestari. Hubungan antara pengawetan ekosistem dan perubahan
demi pembangunan ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu:
a.
Kebutuhan untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat
pilihan penggunaan sumber alam di masa depan.
b.
Kenyataan bahwa peningkatan pembangunan pada
daerah-daerah pertanian tradisional yang telah terbukti berproduksi baik
mempunyai kemungkinan besar untuk memperoleh pengembalian modal yang lebih
besar dibanding daerah yang baru.
c.
Kenyataan bahwa penyelamatan masyarakat biotis dan
sumber alam khas merupakan langkah pertama yang logis dalam pembangunan daerah
baru, dengan alasan bahwa sumber alam tersebut tak dapat digantikan dalam arti
pemenuhan kebutuhan
Karakteristik Ekologi Sumberdaya Alam dapat Pulih:
a.
Interdependensi
Seluruh unsur ekosistem
saling berkaitan membentuk the web of life
b.
Siklus dari Proses Ekologi
Interaksi antar masing
– masing unsur ekosistem melibatkan pertukaran energi dan materi dalam siklus yang
berkesinambungan (siklusO2, siklusCO2, siklusnutrient, dll).
c.
Fleksibilitas
Struktur jaringan suatu
ekosistem tidak kaku, tetapi Berfluktuatif secara konsisten. Bila terjadi perubahan
lingkungan, maka seluruh Siklus bertindak sebagai sistem umpan balik yang secara
otomatis bertindak untuk mengembalikan situasi menjadi seimbang.
d.
Kaenekaragaman (Diversity)
Semakin beragam unsur ekosistem,
semakin dinamis sistem, semakin besar fleksibilitasnya, semakin besar kemampuannya
untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan yang terjadi
e.
Koevolusi
Organisme dan lingkungannya
berkembang bersama secara evolusi melalui proses adaptasi dan proses belajar
5. Daya Dukung Lingkungan
Lingkungan tidak dapat
mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas. Kemampuan lingkungan untuk
mendukung kehidupan yang ada di dalamnya disebut daya dukung lingkungan.
Sehubungan dengan daya dukung lingkungan, maka dunia tidak dapat menyangga
jumlah manusia yang tanpa batas. Apabila daya dukung lingkungan itu terlampaui maka
manusia akan mengalami berbagai kesulitan.
Daya dukung lingkungan ditentukan oleh banyak faktor, baik
faktor biofisik maupun sosial-budaya-ekonomi. Kedua faktor itu saling
mempengaruhi Faktor biofisik penting, karena menentukan daya dukung lingkungan
ialah proses ekologi yang merupakan sistem pendukung kehidupan dan keanekaan
jenis yang merupakan sumber daya gen, misalnya hutan adalah salah satu faktor
ekologi dalam sistem pendukung kehidupan. Hutan melakukan proses fotosintesis
yang menghasilkan oksigen yang kita perlukan untuk pernafasan kita. Faktor
sosial budaya juga mempunyai peranan yang sangat penting, bahkan menentukan
daya dukung lingkungan, sebab akhirnya manusialah yang menentukan apakah
pembangunan akan berjalan terus atau terhenti.
6. Keterbatasan Kemampuan Manusia
Keterbatasan
kemampuan manusia dalam mengelola sumber daya alam adalah sangat berlawanan
dengan kemampuan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Manusia dalam
memanfaatkan sumber daya alam tidak di imbangi dengan pembaharuan sumber daya
alam jadi sumber daya alam akan habis dan tidak ada di perbaharuin. Sedangkan
sumber daya alam ada 2 jenis yaitu sumber daya alam bias do perbaharui dan
tidak bias di perbaharun jadi kalau sumber daya alam yang dapat di perbaharun
kita bias buat lagi namun jika sumber daya alam yang tidak bias di perbaharin
pasti akan habis dan taka nada lagi sumber daya alam itu.
Sumber:
Wikaningrum, T, Pramudya,B.N,
Noor E. (2015). Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Kawasan Industri Sesuai Proper
KLHK Peringkat Hijau (Studi Kasus Di Kawasan Industri Jababeka Bekasi). Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan
Lingkungan. Bogor:5 (2). 111-120
ejournal.undip.ac.id/index.php/cilekha/article/download/3412/3067
e-journal.uajy.ac.id/7214/4/3TI04159.pdf
Santoso, Budi.1999,
"Ilmu Lingkungan Industri", Universitas Gunadarma, Depok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar