Sabtu, 16 April 2016

AZAS-AZAS LINGKUNGAN

TUGAS SOFTSKILL 
PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Kelompok             : 3 (Tiga)
Kelas                     : 3ID10
Nama Kelompok  : 1. Aldi Puja Pratama
                                 2. Agung Abdul Latief
                                 3. Giyant Prasetya
                                 4. Guntur Dwi Saputra
                                 5. Joerike Joeliana A.
                                 6. Taufiq Firmansyah


AZAS-AZAS LINGKUNGAN
1.    Ekologi dan Lingkungan Hidup
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914)Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ilmu lingkungan adalah ilmu yang menerapkan berbagai azas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas,yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu Lingkungan adalah ekologi terapan. Ilmu lingkungan ini mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik anatara jasad hidup (termasuk manusia) dengan dengan lingkungannya.
Selain definisi umum mengenai pengertian ekologi, ada pula  beberapa pengertian ekologi yang dikemukakan menurut para ahli. Pengertian ekologi menurut definisi para ahli adalah sebagai berikut..
Pengertian Ekologi Menurut Miller (1975) Menurut Miller tentang pengertian ekologi yang menggemukakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu mengenai hubungan timbal balik diantara organisme serta sesamanya dan juga dengan lingkungannya.
Pengertian Ekologi Menurut Otto Soemarwoto, pengertian ekologi adalah suatu ilmu mengenaihubungan timbal balik diantara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
Pengertian Ekologi Menurut C. Elton ekologi adalah suatu ilmu yang mengkaji sejarah alam atau juga perkehidupan alam dengan secara ilmiah
Pengertian Ekologi Menurut Resosoedarmo pengertian ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan.
Pengertian Ekologi Menurut Andrewartha ekologi adalah suatu ilmu yang membahas penyebaran dan juga kemelimpahan organisme
Pengertian Ekologi Menurut Krebs ekologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji suatu interaksi yang menentukan adanya penyebaran dan juga kemelimpahan organisme
Pengertian Ekologi Menurut Eugene P. Odum  ekologi adalah suatu kajian terstruktur serta fungsi alam, tentang suatu struktur dan juga interaksi diantara sesama organisme dengan lingkungannya.
Pengertian akan pengetahuan Lingkungan telah banyak sekali dikemukakan oleh beberapa ahli lingkungan. Menurut Otto Soemarwoto pengertian lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. Sedangkan Munadjat Danusaputro memberikan pengertian lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup dan kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya (Siahaan, 1987:1). Menurut Ehrlich dan kawan-kawan merumuskan tentang lingkungan sebagai berikut (Ehrlich, Holdren, 1973:38):  For our purpose, the environment is the unique skin of soil, water, gaseous, atmosphere, mineral nutrients, and organisms that covers this otherwise undistinguished planet”.
Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh. Timbulnya kesadaran lingkungan sudah dimulai sejak lama, contohnya Plato pada 4 abad Sebelum Masehi telah mengamati kerusakan alam akibat perilaku manusia. Pada zaman modern, terbitnya buku Silent Spring tahun 1962 mulai menggugah kesadaran umat manusia.
Ilmu lingkungan merupakan bidang ilmu interdisipliner yang merupakan integrasi ilmu fisik dan biologi (termasuk tapi tidak dibatasi pada ekologi, fisika, kimia, biologi, ilmu tanah, geologi, ilmu atmosfer dan geografi) untuk mempelajari tentang lingkungan dan solusi dari masalah-masalah lingkungan. Ilmu lingkungan menyediakan pendekatan yang terintegrasi, kuantitatif, dan interdisipliner untuk mempelajari sistem lingkungan.
Ekologi adalah studi ilmiah tentang distribusi kelimpahan hidup dan interaksi antara organisme dan lingkungan alami mereka sedangkan ilmu lingkungan adalah filosofi dan gerakan sosial yang luas berpusat pada kepedulian terhadap konservasi dan perbaikan lingkungan.
Ekologi dan ilmu lingkungan merupakan disiplin ilmu terkait erat, dan berhubungan denganprinsip-prinsip yang satu dengan yang lain dan hal ini merupakan sesuatu yang penting untuksepenuhnya memahami satu dengan yang lain. Perbedaan utama antara ekologi dan ilmu lingkunganyaitu ilmu lingkungan merupakan bidang yang lebih menyeluruh yang menggabungkan banyak unsurilmu bumi dan kehidupan untuk memahami berbagai proses alam. Ekologi, di sisi lain, biasanya lebih difokuskan pada bagaimana organisme berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungan sekitarnya mereka. Kedua ilmu memberikan informasi yang sangat penting tentang alam dan apa yang dapat dilakukan untuk lebih melindungi planet dan melestarikan sumber daya.
2.    Azas-Azas Pengetahuan Lingkungan
Pada penulisan ini saya akan membahas mengenai asas-asas pengetahuan lingkungan. Asas-asas pengetahuan lingkungan terdiri dari beberapa pengertian, antara lain:
Pengetahuan baru merupakan suatu praduga hipotesis. Hipotesis yang telah diuji kebenarannya, kemudian diambil kesimpulan secara umum. Asas pengetahuan lingkungan terdiri dari 14 asas. Berikut penjelasan dari masing-masing asas tersebut:
a.    Asas 1 Semua energi yang memasuki sebuah organisme, populasi, atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain,tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan, atau diciptakan. Contohnya yaitu pada Hukum Termodinamika I dengan sistem input-output energi.
b.    Asas 2 Tidak ada sistem perubahan energi yang betul-betul efisien. Contohnya yaitu pada Hukum Termodinamika II berbunyi: Semua sistem biologi kurang efisien (hanya sebagian energi dipindahkan dan digunakan oleh organisme,populasi,ekosistem lain), kecenderungan umum, energi berdegradasi ke dalam bentuk panas yg tidak balik dan beradiasi ke angkasa.
c.    Asas 3 Materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semuanya termasuk sumber alam.Sumber alam: Segala sesuatu yg diperlukan oleh organisme hidup, populasi, ekosistem yg pengadaannya hingga ke tingkat yg optimum, akan meningkatkan pengubahan energi. Materi: hutan, laut, tambang. Energi: gas bumi, air, minyak bumi, matahari. Ruang: membantu atau menghambat proses kawin. Waktu: migrasi ke tempat kondusif, mengejar teknologi moderen negara berkembang.
d.   Asas 4 Semua kategori sumber alam, jika pengadaannya telah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tidak akan ada pengaruh yang menguntungkan.
e.    Asas 5 Ada dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. Contohnya yaitu permasalahan antara masyarakat tradisional dengan modern.
f.     Asas 6 Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu. Berdasarkan pada teori Darwin & Wallace Organisme yang adaptif yang akan menang persaingan Suatu spesies/komunitas dapat bertahan dalam lingkungan tertentu, yaitu dalam keseimbangan alam secara keseluruhan,mempunyai daya biak tinggi.
g.    Asas 7 Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang “mudah diramal”. “Mudah diramal”: ada keteraturan yang pasti pola faktor lingkungan dalam kurun waktu lama.
h.    Asas 8 Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. Nicia: keadaan lingkungan yg khas, setiap spesies mempunyai nicia tertentu, sehingga spesies tsb dapat hidup berdampingan dengan spesies lainnya lingkungan ditempati jumlah spesies banyak. Spesies makan yang sama dan toleran terhadap lingkunganya ditempati jumlah spesies sedikit.
i.      Asas 9 Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya.Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi. Efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi itu.
j.      Asas 10 Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani evoluasi yang mengarah pada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil.
k.    Asas 11 Sistem yang sudah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap. Hama tikus,serangga dari hutan rawa menyerang tanaman pertanian dilahan transmigran. Hubungan negara maju-berkembang, menguntungkan negara maju.
l.      Asas 12 Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.
m.  Asas 13 Lingkungan yg secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yg mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi.
n.    Asas 14 Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.
Sumber :

SUMBER DAYA ALAM (SDA)



TUGAS SOFTSKILL 
PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Kelompok             : 3 (Tiga)
Kelas                     : 3ID10
Nama Kelompok  : 1. Aldi Puja Pratama
                                 2. Agung Abdul Latief
                                 3. Giyant Prasetya
                                 4. Guntur Dwi Saputra
                                 5. Joerike Joeliana A.
                                 6. Taufiq Firmansyah

SUMBER DAYA ALAM (SDA)
1.    Landasan
a.    Filsafah
Masyarakat indonesia dalam kenyataanya lebih akrab dengan lingkungan alamnya dari pada dengan lingkungan teknologi. Keadaan alam masih lebih menentukan untuk sebagian besar masyarakat indonesia daripada upaya teknologi. Perkembangan teknologi yang mengelola sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya, sehingga akan tetap bermanfaat bagi generasi-generasi mendatang. Penggunaan teknologi dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam haruslah seksama dan tepat sehingga mutu dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan, untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.
Terhadap sumber daya alam yang sudah terlanjur rusak atau memang buruk karena kondisi alamnya perlu diadakan rehabilitasi. Daerah aliran sungai sebagai suatu kesatuan perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan, demikian pula daerah pantai, wilayah laut, dan kawasan udara.
b.    Konsep
Sumber daya alam ialah suatu sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya tanah, air, dan perairan, biotis, udara dan ruang, mineral, tentang alam (landscape), panas bumi dan gas bumi, angin, pasang surut/arus laut.
Untuk kepentingan pembangunan ekonomi sumber alam digolongkan berdasarkan potensi penggunaannya, misalnya sumber alam penghasil energi : air, matahari, arus laut, gas bumi, minyak bumi, batu bara, angin dan biotis/tumbuhan. Sumber alam penghasil bahan baku yang terdiri dari mineral, gas bumi, biotis, perairan, tanah, dan sebagainya. Sumber alam lingkungan hidup terdiri dari udara dan ruang, perairan, landscape, dan sebagainya.
c.    Permasalahan
     Sumber daya alam yang ada merupakan unsur dari lingkungan hidup yang mendukung kehidupan di muka bumi dan tanah air indonesia. Jumlah sumber daya alam yang terbatas merupakan suatu kendala pembangunan nasional. Hal ini perlu lebih mendapat perhatian karena sumber daya alam yang ada, terutama tanah, hutan, perairan, dan ruang sudah berada dalam keadaan kritis.
2.    Kebijakan
Garis-garis besar haluan negara dengan jelas menyebutkan bahwa sumber daya alam merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar sumber daya alam harus dimanfaatkan sepenuhnya, tetapi dengan cara yang tidak merusak. Bahkan harus dipilih cara yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan yang akan datang. Sejak repelita I sampai sekarang usaha pengelolaan sumber daya alam dilaksanakan dengan prioritas:
a.    Perlindungan dan pengembangan flora dan fauna yang hampir punah
b.    Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan menjamin kelestariannya.
c.    Perlindungan atas plasmanutfah di hutan dan diluar kawasan konservasi
d.   Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui harus dilaksanakan secara bijaksana tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan
e.    Usaha agar kebijaksanaan diterapkan secara terpadu dan saling menunjang
f.     Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan segi-segi pembangunan daerah sehingga dapat saling mendorong pertumbuhan dan pengembangan daerah.
3.    Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA)
     Pengelolaan suatu daerah selalu didasarkan kepada pemanfaatan suatu sumber daya alam. Makin banyak suatu daerah mempunyai sumber daya alam dan makin efisien pemanfaatan sumber daya alam tersebut, makin baik keadaan kehidupan ekonomi dalam jangka panjang. Berdasarkan kemampuannya untuk memperbaharui diri sesudah mengalami suatu gangguan, maka sumber daya alam dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a.    sumber alam yang dapat diperbaharui, dan
b.    sumber alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumber-sumber alam yang tidak dapat     diperbaharui seperti mineral, minyak bumi, gas bumi, dan lain-lain. Suatu sumber alam dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, sehingga pemilihan peruntukannya menjadi sangat penting, agar pemilihan peruntukan tersebut dilaksanakan atas dasar
c.    efisiensi dan efektivitas pengunaan yang optimal dalam batas-batas kelestarian, tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber alam lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem, dan
d.   memberikan kemungkinan untuk mempunyai pilihan penggunaan di masa depan, sehingga perombakan ekosistem tidak dilakukan secara drastis.
Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:
a.    Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
b.    Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
c.    Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
d.   Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.
     Dalam pemanfaatan sumber alam perlu kita perhatikan empat lingkungan yang saling berkaitan erat sekali, yaitu lingkungan perlindungan matang, lingkungan produksi yang bertumbuh, lingkungan serba guna, dan lingkungan pemukiman dan industri. Keseimbangan antara keempat lingkungan pembangunan tersebut sangat diperlukan bagi pembangunan ekonomi yang lestari, oleh karena keseimbangan tersebut berdasarkan atas perkembangan ekosistem dan sumber alam yang menjadi landasan pembangunan.
4.    Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam (SDA)
     Kegiatan pembangunan membawa berbagai tingkat perubahan terhadap ekosistem, tetapi selalu diatur oleh pembatasan ekologis yang bekerja dalam suatu ekosistem alami itu. Faktor-faktor pembatas ekologis ini perlu diperhitungkan agar pembangunan membawa hasil yang lestari. Hubungan antara pengawetan ekosistem dan perubahan demi pembangunan ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu:
a.    Kebutuhan untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat pilihan penggunaan sumber alam di masa depan.
b.    Kenyataan bahwa peningkatan pembangunan pada daerah-daerah pertanian tradisional yang telah terbukti berproduksi baik mempunyai kemungkinan besar untuk memperoleh pengembalian modal yang lebih besar dibanding daerah yang baru.
c.    Kenyataan bahwa penyelamatan masyarakat biotis dan sumber alam khas merupakan langkah pertama yang logis dalam pembangunan daerah baru, dengan alasan bahwa sumber alam tersebut tak dapat digantikan dalam arti pemenuhan kebutuhan
Karakteristik Ekologi Sumberdaya Alam dapat Pulih:
a.         Interdependensi
Seluruh unsur ekosistem saling berkaitan membentuk the web of life
b.        Siklus dari Proses Ekologi
Interaksi antar masing – masing unsur ekosistem melibatkan pertukaran energi dan materi dalam siklus yang berkesinambungan (siklusO2, siklusCO2, siklusnutrient, dll).
c.         Fleksibilitas
Struktur jaringan suatu ekosistem tidak kaku, tetapi Berfluktuatif secara konsisten. Bila terjadi perubahan lingkungan, maka seluruh Siklus bertindak sebagai sistem umpan balik yang secara otomatis bertindak untuk mengembalikan situasi menjadi seimbang.
d.        Kaenekaragaman (Diversity)
Semakin beragam unsur ekosistem, semakin dinamis sistem, semakin besar fleksibilitasnya, semakin besar kemampuannya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan yang terjadi
e.         Koevolusi
Organisme dan lingkungannya berkembang bersama secara evolusi melalui proses adaptasi dan proses belajar
5.    Daya Dukung Lingkungan
     Lingkungan tidak dapat mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas. Kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan yang ada di dalamnya disebut daya dukung lingkungan. Sehubungan dengan daya dukung lingkungan, maka dunia tidak dapat menyangga jumlah manusia yang tanpa batas. Apabila daya dukung lingkungan itu terlampaui maka manusia akan mengalami berbagai kesulitan.
     Daya dukung lingkungan ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor biofisik maupun sosial-budaya-ekonomi. Kedua faktor itu saling mempengaruhi Faktor biofisik penting, karena menentukan daya dukung lingkungan ialah proses ekologi yang merupakan sistem pendukung kehidupan dan keanekaan jenis yang merupakan sumber daya gen, misalnya hutan adalah salah satu faktor ekologi dalam sistem pendukung kehidupan. Hutan melakukan proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen yang kita perlukan untuk pernafasan kita. Faktor sosial budaya juga mempunyai peranan yang sangat penting, bahkan menentukan daya dukung lingkungan, sebab akhirnya manusialah yang menentukan apakah pembangunan akan berjalan terus atau terhenti.
6.    Keterbatasan Kemampuan Manusia
     Keterbatasan kemampuan manusia dalam mengelola sumber daya alam adalah sangat berlawanan dengan kemampuan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam tidak di imbangi dengan pembaharuan sumber daya alam jadi sumber daya alam akan habis dan tidak ada di perbaharuin. Sedangkan sumber daya alam ada 2 jenis yaitu sumber daya alam bias do perbaharui dan tidak bias di perbaharun jadi kalau sumber daya alam yang dapat di perbaharun kita bias buat lagi namun jika sumber daya alam yang tidak bias di perbaharin pasti akan habis dan taka nada lagi sumber daya alam itu.
Sumber:
Wikaningrum, T, Pramudya,B.N, Noor E. (2015). Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Kawasan Industri Sesuai Proper KLHK Peringkat Hijau (Studi Kasus Di Kawasan Industri Jababeka Bekasi). Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan. Bogor:5 (2). 111-120
ejournal.undip.ac.id/index.php/cilekha/article/download/3412/3067
e-journal.uajy.ac.id/7214/4/3TI04159.pdf
Santoso, Budi.1999, "Ilmu Lingkungan Industri", Universitas Gunadarma, Depok.

Jumat, 30 Oktober 2015

REVIEW JURNAL TENTANG POHON KEPUTUSAN (DECISION TREE)

METODE PENELITIAN
POHON KEPUTUSAN (DECISION TREE)

Description: logo_gunadarma.jpg



                                                                         
Disusun oleh :


Nama                  : Guntur Dwi Saputra
Kelas                   : 3ID10
NPM                   : 33413792




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015
1.1      LANDASAN TEORI
              Pohon yang dalam analisis pemecahan masalah pengambilan keputusan adalah pemetaan mengenai alternatif-alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil dari masalah tersebut. Pohon tersebut juga memperlihatkan faktor-faktor kemungkinan/probablitas yang akan mempengaruhi alternatif-alternatif keputusan tersebut, disertai dengan estimasi hasil akhir yang akan didapat bila kita mengambil alternatif keputusan tersebut.
              Pohon keputusan adalah salah satu metode klasifikasi yang paling populer karena mudah untuk diinterpretasi oleh manusia. Pohon keputusan adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki. Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah data menjadi pohon keputusan dan aturan-aturan keputusan. Manfaat utama dari penggunaan pohon keputusan adalah kemampuannya untuk mem-break down proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih simpel sehingga pengambil keputusan akan lebih menginterpretasikan solusi dari permasalahan. Pohon Keputusan juga berguna untuk mengeksplorasi data, menemukan hubungan tersembunyi antara sejumlah calon variabel input dengan sebuah variabel target.
              Pohon keputusan memadukan antara eksplorasi data dan pemodelan, sehingga sangat bagus sebagai langkah awal dalam proses pemodelan bahkan ketika dijadikan sebagai model akhir dari beberapa teknik lain. Sering terjadi tawar menawar antara keakuratan model dengan transparansi model. Dalam beberapa aplikasi, akurasi dari sebuah klasifikasi atau prediksi adalah satu-satunya hal yang ditonjolkan, misalnya sebuah perusahaan direct mail membuat sebuah model yang akurat untuk memprediksi anggota mana yang berpotensi untuk merespon permintaan, tanpa memperhatikan bagaimana atau mengapa model tersebut bekerja.
Kelebihan dari metode pohon keputusan adalah:
• Daerah pengambilan keputusan yang sebelumnya kompleks dan sangat global, dapat diubah menjadi lebih simpel dan spesifik.
• Eliminasi perhitungan-perhitungan yang tidak diperlukan, karena ketika menggunakan metode pohon keputusan maka sample diuji hanya berdasarkan kriteria atau kelas tertentu.
• Fleksibel untuk memilih fitur dari internal node yang berbeda, fitur yang terpilih akan membedakan suatu kriteria dibandingkan kriteria yang lain dalam node yang sama. Kefleksibelan metode pohon keputusan ini meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan jika dibandingkan ketika menggunakan metode penghitungan satu tahap yang lebih konvensional

1.2      REVIEW JURNAL
Jurnal 1
Judul Jurnal
:
Analisis peramalan penjualan dan pen ggunaan metode linear programing dan decision tree  guna mengoptimalkan keuntungan pada PT PRIMAJAYA PANTES GARMENT
Vol & Halaman
:
Vol 14 & 113-119
Tahun
:
2013
Penulis
:
Inti Sariani Jianta Djie
Latar Belakang
:
Permintaan konsumen yang tidak menentu seiring dengan  pergantian fashion yang berubah dengan cepat, hal ini membuat persaingan menjadi makin ketat karena competitor sangat mudah untuk masuk dan bersaing dalam industry. Akibatnya, industry manufaktur makro mengalami penurunan produksi sebesar 16,95% pada triwulan I tahun 2012, sehingga membuat perusahaan yang berkecimpung dalam industry pakaian harus mempersiapkan strategi yang matang, oleh karena itu perusahaan membutuhkan peramalan penjualan yang tepat ditunjang dengan penggunaan metode line programming serta decision tree.
Tujuan
:
Untuk mengetahui metode peramalan yang paling tepat digunakan, untuk nengetahui keuntungan optimal dan untuk mengetahui alternative yang dapat dipilih oleh PT PRIMAJAYA PANTES GARMENT
Metode
:
line programming serta decision tree.
Hasil
:
Berdasarkan perhitungan, nilai harapan B2 lebih besar dari pada B1. Hal ini menunjukkan bahwa keuntungan yang didapat perusahaan lebih besar jika memilih alternative B2, oleh karena itu berdasarkan pohon keputusan alternative yang sebaiknya dipilih oleh perusahaan adalah alternative B2 yaitu meningkatkan kapasitas produksi.
Kesimpulan
:
Berdasarkan hasil analisis bahwa metode yang paling tepat untuk digunakan oleh perusahaan adalah metode regresi liniear dengan nilai MAD dan MSE terkecil. Dengan perhitungan metode linear programing laba maksimal yang didapat sebesar Rp. 157.089.900,00 dengan memproduksi 1065 lembar polo shirt pria, 579 lembar polo shirt wanita, 293 polo shirt anak-anak. Selain  itu tekardapat slack pada bahan baku kain  sebesar 703,6567m2 dan pada jam kerja sebesar 4223,6617 jam.

Jurnal 2
Judul Jurnal
:
Decision tree berbasis algoritma untuk pengambilan keputusan
Vol & Halaman
:
Vol 12 & 157-164
Tahun
:
2013
Penulis
:
Zulfian azmi dan Muhammad dahria
Latar Belakang
:
Data mining merupakan proses yang diulang dan memerlukan interaksi manusia dalam prosesnya untuk menemukan pola atau model baru yang dapat digeneralisasi untuk masa yang akan datang. Data mining berisikan pencarian pola yang diinginkan dalam database besar untuk membantu dalam pengambilan keputusan waktu yang akan datang. Salah satu teknik dari bagian data  mining adalah klasifikasi. Salah satu bagian dari klasifikasi adalah pohon keputusan.
Tujuan
:
Pohon keputusan dapat menghindari munculnya permasalahan dengan menggunakan kriteria yang jumlahnya lebih sedikit pada setiap mode internal tanpa banyak mengurangi kualitas keputusan yang dihasilkan.
Metode
:
Pohon keputusan (decision tree)
Hasil
:

Kesimpulan
:
Pohon keputusan merupakan sistem yang dikembangkan untuk membantu mencari dan membuat keputusan untuk suatu permasalahan dan dengan memperhitungkan berbagai macam faktor yang ada dalam lingkup masalah tersebut. Pohon keputusan juga dapat menganalisa nilai resiko dan nilai suatu informasi yang terdapat dalam suatu alternative pemecahan masalah.

Jurnal 3
Judul Jurnal
:
Penggunaan Pohon Keputusan untuk Klasifikasi Tingkat Kualitas Mahasiwa Berdasarkan Jalur Masuk Kuliah
Vol & Halaman
:
E7-E13
Tahun
:
2014
Penulis
:
Selly artaty zega
Latar Belakang
:
Kualitas mahasiswa menjadi tolak ukur dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Kualitas tersebut dapat dilihat dari IPK, kemampuan untuk menyelesaikan perkuliahan tepat waktu, Surat Peringatan (SP) dan faktor lainnya. Salah satu faktor yang dapat dikaji adalah jalur masuk kuliah yang memberikan informasi proses seleksi calon mahasiswa. Politeknik Negeri Batam memiliki dua jalur masuk kuliah, yaitu melaui Ujian Masuk Politeknik Negeri Batam (UMPB) dan melalui Penelusuran Minat dan Keterampilan (PMDK). Jalur masuk kuliah menjadi sarana yang digunakan untuk menjaring mahasiswa masuk perguruan tinggi. Masingmasing jalur masuk kuliah memiliki kualifikasi yang berbeda. Pohon keputusan atau decision tree merupakan teknik data mining yang digunakan untuk mengeksplorasi data dengan membagi kumpulan data yang besar menjadi himpunan record yang lebih kecil dan memperhatikan variabel tujuannya. Oleh karena itu, dengan menggunakan teknik pohon keputusan terhadap data yang ada, penulis memandang perlu dilakukan suatu analisis untuk memperoleh informasi tentang parameter yang mempengaruhi tingkat kualitas mahasiwa serta tingkat kualitas mahasiswa berdasarkan jalur masuk kuliah di Politeknik Negeri Batam. Hasilnya dapat digunakan sebagai perbaikan terhadap metode jalur masuk kuliah yang selama ini digunakan.
Tujuan
:
Bertujuan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki calon mahasiswa sebelum menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.
Metode
:
Pohon keputusan (decision tree)
Hasil
:
1) Data mahasiswa dengan jalur masuk PMDK memiliki persentase lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas dibandingkan dengan jalur masuk UMPB. Sebaliknya, mahasiswa dengan jalur masuk UMPB memiliki persentase yang lebih lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang tidak berkualitas dibandingkan jalur masuk PMDK. 2) Persentase mahasiswa yang berkualitas dari data yang diperoleh tergolong besar, hal ini dapat dilihat dari persentase mahasiswa tidak berkualitas yang tidak mencapai setengah dari persentase mahasiswa berkualitas.
Kesimpulan
:
1) Proses learning dan classification menghasilkan 2 model decision tree yang memenuhi persyaratan, yaitu iterasi 4 dan 7.
2) Berdasarkan model decision tree iterasi ke 7, PMDK memiliki persentase yang lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas yaitu sebesar 90%, sedangkan melalui UMPB sebesar 78,96%. Hal ini sesuai dengan hasil angket bahwa 7 dari 13 responden memilih lajur masuk PMDK yang menghasilkan mahasiswa berkualitas.
3) Berdasarkan model decision tree iterasi ke 4, PMDK memiliki persentase yang lebih kecil dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas yaitu sebesar 57,89%, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Yogyakarta, 21 Juni 2014 E-13 ISSN: 1907 - 5022 sedangkan melalui UMPB sebesar 80,77%. Hal ini bertolak belakang dengan hasil klasifikasi menggunakan rule iterasi 7.
4) Jalur masuk kuliah memiliki pengaruh dalam mengklasifikasikan tingkat kualitas mahasiswa, namun hanya untuk penggunaan rule iterasi 7.
5) Berdasarkan decision tree iterasi 4 dan 7 terlihat bahwa jalur masuk PMDK memiliki presentasi yang lebih besar dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas yaitu 90% pada iterasi 7 dibandingkan dengan UMPB pada iterasi 4 sebesar 80,77%. A